Kulit putih??
June 11th, 2008 by annissasagitaIsu global warming
makin menggila. Ada hubungannya gak sih
ama sinar matahari? Misalnya, makin terik gitu? Gw sendiri gak tau sih . Tapi
yang jelas ada hubungannya sama suhu bumi yang meningkat (yaiyalah..)
Kmaren gw browsing
internet tentang fashion, trus nemu artikel tentang SPF (sun protection factor)
gitu, lumayan lengkap. Gw pikir ada
baenya juga ditulis disini, smoga bguna buat yang baca. Menurut gw kbanyakan orang Indonesia lebih
tertarik buat mutihin kulitnya daripada bikin sehat. Bisa diliat dari banyaknya iklan yang lebih
nyorotin ke segi pemutihnya, bukan segi SPFnya.
Sebenernya SPF tu apa
sih? SPF tu merupakan suatu perlindungan untuk kulit terhadap bahaya sinar
matahari. Kadang disebut sunblock atau sunscreen. Biasanya lotion mencantumkan angka SPF
gede-gede di kemasannya. Nah, knapa sih
kok perlu pake sunscreen/sunblock/SPF?
Sinar matahari yang
membahayakan ada dua, UVA dan UVB. Range
gelombang sinar UVA adalah 315-400 nanometer dan range sinar UVB 280-315
nanometer. Bahaya sinar UVB sih “cuma” membakar kulit langsung sejak menit pertama kita
berada di bawah sinar matahari. Sedangkan bahaya dari sinar UVA adalah kanker kulit dan keriput. Hii… Yang banyak orang mungkin blum tau adalah
saat hari mendung dan berawan, sinar UVA tetep ada. Bahkan di dalem rumah, sinar ini bisa masuk
melalui jendela dan lubang ventilasi, pintu yang terbuka, dan semua pencahayaan
alami yang berasal dari luar rumah. Kalo
di dalem rumah aja tetep kena, diluar apalagi. Berlindung di tempat yang teduh dan pake topi/payung juga masih kena,
karena sinar matahari dipantulkan oleh semen, rumput, aspal, dll. Weittsss.. dimana-mana kena!
Angka SPF yang
tercantum dalam kemasan lotion menunjukkan kualitas perlindungan dan kuantitas
waktu. Artinya begini, misalkan angka
yang tercantum adalah SPF 15, maka perlindungan yang didapat adalah 10 menit x (SPF)
15 = 150 menit. Jadi kulit akan
terlindung selama 150 menit dibawah sinar matahari sebelum terbakar. Kok terbakar? Iya, soalnya SPF melindungi
dari sinar UVB. Untuk kualitasnya, SPF 2
kira2 menghalangi 50% sinar UVB, SPF 10 85%, SPF 15 95%, dan SPF 30 menghalangi
97% sinar UVB ke kulit. Diatas SPF 30
kualitas perlindungannya sama seperti SPF 30, hanya menawarkan waktu perlindungan
yang lebih lama. Untuk perlindungan dari
UVA sendiri ngga ada hitung2an angka yang pasti. Nah, untuk melihat perlindungan terhadap
UVA-nya, kita sebagai konsumen perlu jeli membaca bahan2 aktif yang terkandung
di kemasan.
Bahan-bahan aktif
yang (harusnya) ada di kemasan yang nyantumin “UVA-UVB Filter” adalah (dan
perlindungannya terhadap gelombang sinar) :
- zinc oxide, melindungi dengan range
290-700 nanometer - titanium dioxide, 290-700 nanometer
- avobenzone (yang kadang disebut Parsol 1789 or butyl methoxydibenzoylmethane –susah
banget namanya!!–), 320-400 nanometer - Mexoryl SX
- Tinosorb
Kalo
salah satu dari bahan-bahan itu ngga ada, berarti ngga ada perlindungan buat
sinar UVA, dan ini berarti…kanker kulit ato keriput. Pilih mana?
Selain
itu, ada bahan2 aktif lainnya yang terkandung dalam sunscreen dan range
perlindungannya :
· Padimate O,
290-315 nanometer
· Benzophenones,
250-350 nanometer
· Octyl
methoxycinnamate, 290-320 nanometer
· Oxybenzone,
270-350 nanometer
Aturan Pakai
- Sunscreen dioleskan 15-20 menit
sebelum beraktifitas, karna butuh waktu untuk penyerapannya. - Pemakaian sunscreen adalah yang
paling terakhir, kalo kita juga pake moisturizer, foundation, dkk. Jangan lupa untuk menunggu produk
sebelumnya benar2 meresap sebelum pake sunscreen. - Pemakaian sunscreen harus diulang
kalo aktifitas yang dilakukan mengeluarkan banyak keringat/terkena air,
misalnya berenang. Karna sebenernya
ngga ada water resistant yang bener2 water resistant. Pengulangan tiap 40-80 menit sekali udah
cukup. - Penggunaan AHA, BHA, Renova, Retin-A,
Differin atau tropical pharmaceutical retinoid lainnya bisa membuat kulit
makin sensitif terhadap sinar matahari. Setau gw sih, AHA banyak dipake untuk pemutih kulit, dan retinoid dipake buat krim anti-ageing. Jadi jangan lupa mengoleskan lagi
sunscreen stlah pake produk2 berbahan aktif tersebut. - Memakai banyak produk dengan kadar
SPF berbeda nggak membuat perlindungan menjadi ganda. Misalkan, pake foundation dengan SPF 15
dan bedak dengan SPF 8 ngga membuat kulit terlindungi dengan SPF 23. Sebaiknya pilih satu produk aja dengan
SPF tinggi, misalnya SPF 30.
Sebenernya,
bedanya apa sih yang pake sunscreen/SPF ama yang ngga pake? Gw liat sendiri contoh kasusnya dari nyokap
gw. Nyokap dari muda udah biasa pake
krim dengan SPF. Beberapa waktu lalu ada
temen nyokap yang krumah. Kata nyokap,
temen SMAnya. Tapi kulit mukanya emang
beda. Kulit muka tante itu keriput
banget dibanding kulit muka nyokap, keliatan lebih tua dari nyokap gw. Sejak itu gw pun sadar (alah!) dan mulai hunting
produk2 ber-SPF dengan UVA-UVB filters..
Apalagi
dengan aktifitas gw yang lebih sering terpapar matahari daripada nyokap yang
kerja di kantor..
(Halah,
aktifitas apa?? ngerjain skripsi di kos?? ;D )
Beberapa
bulan yang lalu gw bli lotion berSFP 30 dari salah satu produk kosmetik yang gw
liat dari katalog punya temennya-temen. Setelah gw baca artikel itu, gw teliti lagi bahan2 aktifnya. Ternyata ada 2 yang tercantum disini, zinc
dioxide dan butyl methoxydibenzoylmethane (copy-paste, drpd ngetik lg ;p). Berarti gw gak salah beli dong!
Horee..hehe. Lumayan jg lotionnya,
wangi..cuma emang aga lengket sih.. tulisannya “very high sun protection”. Nah, ini baru ngga membohongi konsumen..
*sumber/disadur/di-translate/dijiplak dari Paula
Begoun, artikel asli lihat di sini. Thank you very much mba Paula.